Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam
Diposkan oleh
Zaenal Abidin
di
Friday, May 31, 2013
Kumpulan Contoh Makalah - Materi kuliah (bukan makalah) lima (5) prinsip dalam ekonomi Islam mata kuliah ekonomi Islam yang meliputi lima prinsip nilai universal.
Prinsip-prinsip Ekonomi Islam diibaratkan sebagai sebuah kerangka bangunan sebagaimana dikemukakan oleh Adiwarman, bangunan Ekonomi Islam didasarkan atas lima nilai universal, yakni: Tauhid (keimanan), ‘Adl (keadilan), Nubuwwah (kenabian), Khilafah (pemerintah), dan Ma’ad (hasil).
Prinsip Tauhid Dalam Ekonomi Islam
Tauhid itu adalah pondasi dalam ajaran Islam. Dengan tauhid, manusia menyaksikan bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah SWT (LAA ILAAHA ILLALLAH). Dengan demikian, segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT tidaklah sia-sia, tetapi memiliki tujuan. Manusia diciptakan tujuannya adalah untuk beribadah kepada-Nya. Karena itu segala aktivitas manusia dalam hubungannya dengan alam dan sumber daya serta manusia (muamalah) dibingkai dengan kerangka hubungan dengan Allah SWT. Karena kepada-Nya manusia akan mempertanggung jawabkan segala perbuatan, termasuk aktivitas ekonomi dan bisnis.Prinsip ‘Adl Dalam Ekonomi Islam
Allah SWT adalah pencipta segala sesuatu, dan salah satu sifat-Nya adalah adil. Dia tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap makhluk-Nya secara dzalim. Implikasi ekonomi dari nilai ini adalah bahwa pelaku ekonomi tidak dibolehkan untuk mengejar keuntungan pribadi bila hal itu merugikan orang lain atau merusak alam.Prinsip Nubuwwah Dalam Ekonomi Islam
Allah telah mengirim “manusia model” yang terakhir dan sempurna untuk diteladani sampai akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Sifat-sifat utama sang model yang harus diteladani oleh manusia pada umumnya dan pelaku ekonomi dan bisnis pada khususnya, adalah sebagai berikut:- Sidiq (benar,jujur)
- Amanah (dapat dipercaya)
- Fathonah (kecerdikan, bijaksana)
- Thabligh (komunokasa, pemasaran)
Prinsip Khilafah Dalam Ekonomi Islam
Dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, artinya untuk menjadi pemimpin dan pemakmur bumi. Karena itu pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin.Dalam Agama Islam, pemerintah memainkan peranan yang kecil tetapi sangat penting dalam perekonomian.
Peran utamanya adalah untuk menjamin perekonomian agar berjalan sesuai dengan syari’ah, dan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak manusia. Semua ini dalam rangka mencapai maqasis al-syari’ah, untuk memajukan kesejahtraan manusia. Hal ini dicapai dengan melindungi keimanan, jiwa, akal, kehormatan, dan kekayaan manusia.
Prinsip Ma’ad Ekonomi Islam
Ma’ad seringkai di artikan sebagai “kebangkitan”, tetapi secara harfiah ma’ad berarti “kembali”. Dan kita semua akan kembali kepada Allah SWT. Allah SWT menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk berjuang. Dan perjuangan ini akan mendapatkan ganjaran, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu ma’ad juga diartikan sebagai ”imbalan/ ganjaran”. Implikasi nilai ini dalam kehidupan ekonomi dan bisnis misalnya, difokuskan oleh al-Ghazali yang menyatakan bahwa motivasi para pelaku bisnis adalah untuk mendapatkan “laba”, baik laba di dunia maupun akhirat.Label Clouds
Afektif
Akuntansi Syariah
Alokasi Pendapatan Negara
Bahasa Indonesia
Bank Syariah
Bencana Alam
Dasar Pendidikan
Ekonomi
Ekonomi Indoneisa
Ekonomi Islam
Ekonomi Syariah
Etos Kerja Muslim
Evaluasi
Fikih
Hubungan
Ilmu Pendidikan Islam
Imam Al-Ghazali
IPI
Jual Beli
Kalimat
Kodifikasi
Kompetensi
Kompetensi Psikomotor
Kumpulan Hadist
Laporan Keuangan
Makalah
Manajemen Islam
Materi Kuliah
Metode
Metode Pembelajaran
Metodologi Studi Islam
Muhkam Mutasyabih
Otonomi Daerah
Pancasila
Pembelajaran
Pendidikan Islam
Pengeluaran Negara
Pengertian
Pengertian Islam
Pengukuran
Penilaian
Perbedaan
Psikomotor
Sejarah
Sejarah Akuntansi
Sejarah Pendidikan Islam
Sejarah Peradaban Islam
Studi Qur'an
Sumber Ajaran Islam
Syari'at
Tasawuf
Tes
Thoharoh
Umar bin Khattab