Prinsip dan Ciri Etos Kerja Seorang Muslim
Diposkan oleh
Zaenal Abidin
di
Monday, May 27, 2013
Kumpulan Contoh Makalah - Prinsip-prinsip dan Ciri-ciri etos kerja seorang muslim - Materi kuliah mata kuliah manajemen Islam tentang Etos Kerja Muslim (agama Islam).
Prinsip dan Ciri Etos Kerja Muslim ini adalah pembahasan lanjutan dari pembahasan yang terkait sebelumnya, yaitu: pembahasan tentang pengertian dan maksud Etos Kerja dipandang dari segi Agama Islam. Baca: Pengertian dan Maksud Etos Kerja Muslim.
1. Kerja, Aktivitas, dan Amal
Kerja, aktivitas, amal dalam Islam adalah perwujudan rasa syukur kita kepada nikmat Allah SWT.
“……Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih”, (QS. Saba’ : 13).
2. Berorientasi Pada Pencapaian
Seorang Muslim hendaknya berorientasi pada pencapaian hasil: hasanah fi ad-dunyaa dan hasanah fi al-Akhirah
“Dan di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka’”, (QS. Al-Baqarah : 201).
3. Berkarakter al-Qawiyy dan al-Amiin
Dua karakter utama yang hendaknya kita miliki, yaitu: al-Qawiyy dan al-Amiin.
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya", (QS. Al-Qashash: 26).
Al-Qawiyy merujuk kepada: reliability, dapat diandalkan. Juga berarti, memiliki kekuatan fisik dan mental (emosional, intelektual, spiritual). Sementara al-Amiin, merujuk kepada integrity, satunya kata dengan perbuatan alias jujur, dapat memegang amanah.
4. Kerja Keras
Lima Prinsip Kerja Seorang Muslim
Berikut adalah lima prinsip kerja seorang muslim:1. Kerja, Aktivitas, dan Amal
Kerja, aktivitas, amal dalam Islam adalah perwujudan rasa syukur kita kepada nikmat Allah SWT.
……اعملوا آل داود شكرا وقليلٌ مّن عبادي الشكور
“……Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih”, (QS. Saba’ : 13).
2. Berorientasi Pada Pencapaian
Seorang Muslim hendaknya berorientasi pada pencapaian hasil: hasanah fi ad-dunyaa dan hasanah fi al-Akhirah
وِمنهم مَّن يقول ربّنا آتنا في الدّنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النّار
“Dan di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka’”, (QS. Al-Baqarah : 201).
3. Berkarakter al-Qawiyy dan al-Amiin
Dua karakter utama yang hendaknya kita miliki, yaitu: al-Qawiyy dan al-Amiin.
قالت إحداهُما يا أبت استأجره إنّ خير من استأجرت القويّ الْأمين
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya", (QS. Al-Qashash: 26).
Al-Qawiyy merujuk kepada: reliability, dapat diandalkan. Juga berarti, memiliki kekuatan fisik dan mental (emosional, intelektual, spiritual). Sementara al-Amiin, merujuk kepada integrity, satunya kata dengan perbuatan alias jujur, dapat memegang amanah.
4. Kerja Keras
Ciri pekerja keras adalah sikap pantang menyerah; terus mencoba hingga berhasil. Kita dapat meneladani ibunda Ismail AS Sehingga seorang pekerja keras tidak mengenal kata gagal (atau memandang kegagalan sebagai sebuah kesuksesan yang tertunda).
5. Kerja Cerdas
Cirinya memiliki pengetahuan dan keterampilan; terencana; memanfaatkan segenap sumberdaya yang ada. Seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Sulaeman AS (Alaihi Salam) jika etos kerja dimaknai dengan semangat kerja, maka etos kerja seorang Muslim bersumber dari visinya: meraih hasanah fiddunya dan hasanah fi al-Akhirah. Jika etos kerja difahami sebagai etika kerja; sekumpulan karakter, sikap, mentalitas kerja, maka dalam bekerja, seorang Muslim senantiasa menunjukkan kesungguhan.
Mampukah kita, seorang muslim, menguasai ciri-ciri etos kerja muslim yang jumlahnya kurang lebih 25 ciri etos kerja? Jika kita benar-benar seorang muslim/muslimah, mari kita bersama-sama untuk memiliki ciri-ciri etos kerja tersebut di atas. Semoga kita mendapatkan ridho Allah. Aamiin ya rabbal 'aalamiin.
5. Kerja Cerdas
Cirinya memiliki pengetahuan dan keterampilan; terencana; memanfaatkan segenap sumberdaya yang ada. Seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Sulaeman AS (Alaihi Salam) jika etos kerja dimaknai dengan semangat kerja, maka etos kerja seorang Muslim bersumber dari visinya: meraih hasanah fiddunya dan hasanah fi al-Akhirah. Jika etos kerja difahami sebagai etika kerja; sekumpulan karakter, sikap, mentalitas kerja, maka dalam bekerja, seorang Muslim senantiasa menunjukkan kesungguhan.
Ciri-Ciri Etos Kerja Muslim
Setelah kita mengetahui beberapa prinsip kerja seorang muslim sejati di atas, kini sekarang kita akan menjabarkan beberapa ciri etos kerja seorang Muslim.- Mereka kecanduan terhadap waktu → Menyusun tujuan, realisasi, kerja, evaluasi
- Hidup berhemat dan efisien
- Ikhlas
- Jujur
- Memiliki komitmen → Tekad dan keyakinan, tidak mudah menyerah
- Istiqomah
- Berdisiplin → berhati-hati dan tanggungjawab dalam kerja
- Konsekuen dan berani menghadapi tantangan
- Memiliki sikap percaya diri
- Kreatif
- Bertanggungjawab → kerja sebagai amanah
- Mereka bahagia karena melayani/ menolong
- Memiliki harga diri
- Memiliki jiwa kepemimpinan
- Berorientasi ke masa depan
- Memiliki jiwa wiraswasta
- Memiliki insting bertanding
- Mandiri (Independent)
- Kecanduan belajar dan haus mencari ilmu
- Memiliki semangat perantauan
- Memperhatikan kesehatan dan gizi
- Tangguh dan pantang menyerah
- Berorientasi pada produktivitas
- Memperkaya jaringan silaturahim
- Memiliki semangat perubahan.
Mampukah kita, seorang muslim, menguasai ciri-ciri etos kerja muslim yang jumlahnya kurang lebih 25 ciri etos kerja? Jika kita benar-benar seorang muslim/muslimah, mari kita bersama-sama untuk memiliki ciri-ciri etos kerja tersebut di atas. Semoga kita mendapatkan ridho Allah. Aamiin ya rabbal 'aalamiin.
Related Posts: Prinsip dan Ciri Etos Kerja Seorang Muslim
- Perbedaan dan Hubungan Tes, Pengukuran, Penilaian,...
- Pengertian Tes, Pengukuran, Penilaian, dan Evaluas...
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Pendi...
- Penyelarasan Tasawuf dengan Syari'at dalam Pemikir...
- Kompetensi Psikomotor atau Kemampuan dari Kawasan ...
- Makalah Metode Pembelajaran PAI Jenjang SLTP/SMP/M...
Label Clouds
Afektif
Akuntansi Syariah
Alokasi Pendapatan Negara
Bahasa Indonesia
Bank Syariah
Bencana Alam
Dasar Pendidikan
Ekonomi
Ekonomi Indoneisa
Ekonomi Islam
Ekonomi Syariah
Etos Kerja Muslim
Evaluasi
Fikih
Hubungan
Ilmu Pendidikan Islam
Imam Al-Ghazali
IPI
Jual Beli
Kalimat
Kodifikasi
Kompetensi
Kompetensi Psikomotor
Kumpulan Hadist
Laporan Keuangan
Makalah
Manajemen Islam
Materi Kuliah
Metode
Metode Pembelajaran
Metodologi Studi Islam
Muhkam Mutasyabih
Otonomi Daerah
Pancasila
Pembelajaran
Pendidikan Islam
Pengeluaran Negara
Pengertian
Pengertian Islam
Pengukuran
Penilaian
Perbedaan
Psikomotor
Sejarah
Sejarah Akuntansi
Sejarah Pendidikan Islam
Sejarah Peradaban Islam
Studi Qur'an
Sumber Ajaran Islam
Syari'at
Tasawuf
Tes
Thoharoh
Umar bin Khattab